mensyukuri kekurangan

October 14, 2009

Diambil dari buku “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya” karya Ajahn Brahm.

Seusai sebuah acara pernikahan di Singapura beberapa tahun yang lalu, sang ayah mertua memanggil menantu barunya ke pojok untuk memberinya nasihat tentang bagaimana agar pernikahannya awet dan bahagia.

“Kamu mungkin sangat mencintai anak saya”, katanya kepada si pemuda.

“Ya, memang!”, jawab si pemuda.

“Dan kamu mungkin berpikir dialah wanita paling menyenangkan di dunia,” sambung si mertua.

“Dia begitu sempurna dalam segala hal,” si menantu mengiyakan.

“Itulah yang kau rasakan sewaktu baru menikah,” kata si mertua. “Namun setelah beberapa tahun, kamu mulai melihat beberapa kekurangan anak saya. Saat kamu mulai menyadarinya, saya ingin kamu ingat ini: kalau dia tidak mempunyai kekurangan-kekurangan tersebut, menantuku, dia mungkin sudah menikah dengan orang lain yang jauh lebih baik daripadamu!”

Jadi kita harus selalu berterima kasih dan bersyukur atas kekurangan-kekurangan pasangan kita, karena kalau saja mereka tidak memiliki kekurangan-kekurangan tersebut sejak awal, mereka akan menikah dengan orang lain yang jauh lebih baik daripada kita.

Daripada komplain terhadap kekurangan-kekurangan mereka, bagaimana kalau berusaha bersama-sama agar (sama-sama) menjadi yang lebih baik ? :)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.